Senin, 25 November 2013

TAHU TELOR TERMAHAL DI DUNIA

Hari keempat di Inggris, kerinduan akan makanan Indonesia terasa semakin kuat. Memang setiap hari kami makan nasi, yang dibeli di halal chinese food stall atau halal american fried chicken dekat hotel. Tapi membayangkan bakso atau nasi pecel sungguh membuat air liur nyaris jatuh.

American Fried Chicken halal di Leicester Square

            Di hari kedua saya menemukan sebuah ‘warung’ makanan Indonesia di pojokan lantai 2 sebuah supermarket Cina di Charing Cross Road.Suasana Indonesianya sangat menenangkan, pemilik dan tamunya orang Indonesia juga. Tapi sayang rasa makanannya kurang pas dilidah saya. Bakso dan mienya keras, dan kuahnya tidak panas. Harga perporsinya 4,5 pounds (Rp 67.500). Standar untuk ukuran London, tapi bikin kurus kantong orang Indonesia (apalagi kalau dibandingkan dengan bakso di tanah air yang harganya hanya Rp 5000-Rp 7000 saja).

            Di hari keempat, sepulang dari British Museum saya teringat sebuah restoran Indonesia yang saya temukan di internet saat saya browsing mencari restoran halal di London. Namanya Bali Bali dan letaknya di Shaftesbury Ave, tidak terlalu jauh dari hotel tempat kami menginap di kawasan West End. Kalau lihat di peta, letaknya juga cukup dekat dengan stasiun tube Tottenham Court Road, stasiun terdekat dari British Museum. Maka kamipun memutuskan untuk makan siang disana. “Sekali-sekali makan makanan yang layak, jangan ala backpacker terus”, kata suami saya.

            Setelah sedikit tersesat dan jalan kaki yang ternyata lumayan jauh, sampailah kami di Bali Bali. Restorannya tidak terlalu besar dengan suasana Indonesia yang terasa berkat pajangan kipas Bali, patung Roro Blonyo dan ukiran-ukiran dari berbagai daerah di Indonesia. Restoran sudah setengah penuh dan Cuma kami yang berwajah Melayu, lainnya adalah bule-bule.

Bali Bali @ Shaftesbury Ave

            Saat melihat daftar menu, saya agak tersedak melihat harganya. 3 pounds untuk seporsi nasi putih, 4 pounds untuk semangkuk kecil sup daging, 8 pounds untuk seporsi tahu telor. “Sudah jangan di kurs, nanti kamu ngga bisa makan”, kata suami saya sambil meringis. Akhirnya kami pesan nasi putih, nasi goreng, tahu telor, gado-gado, ayam goreng merah dan kerupuk. Total 75 pounds (Rp 1.125.000). Wow. “Tahu telor termahal di dunia”, komentar anak sulung saya J

sebelah kiri adalah tahu telor termahal didunia

            Untunglah rasanya cukup lezat dan mirip dengan di Indonesia. Porsinya pun ternyata cukup besar sehingga tidak bisa dihabiskan saat itu. Untungnya lagi, semua pelayan di restoran tersebut adalah orang Indonesia sehingga saya tidak malu-malu untuk minta mereka membungkuskan makanan sisa, termasuk nasi putih dan kerupuknya J Lumayan bisa untuk makan malam :)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar