Hari
berikutnya kembali kami habiskan di kota London. Tujuan pertama kami adalah
Tower Bridge dan Tower of London. Tower Bridge, jembatan yang menjadi landmark
kota London ini dibangun pada tahun 1894, menjadi salah satu jembatan yang
melintang diatas sungai Thames. Harap bedakan Tower Bridge dengan London
Bridge. London Bridge hanyalah jembatan dengan desain biasa yang juga melintasi sungai Thames, dan letaknya
memang berdekatan dengan Tower Bridge. Dari pedestrian di depan Tower of
London, kita akan mendapatkan spot yang indah untuk berfoto dengan latar
belakang Tower Bridge, Tower of London atau sungai Thames dan kompleks city
hall dan gedung The Shard (gedung tertinggi di London), bahkan The Gherkins
(gedung unik berbentuk seperti telur).
 |
| Tower Bridge |
 |
| The Shard |
 |
| Nadhif dan Natassja, Tower of London |
Kami tidak masuk ke Tower of London
( L) selain karena tiket yang cukup
mahal (20 pounds perorang) juga masih banyak tempat yang ingin kami kunjungi
sementara ini adalah hari terakhir kami di London. Setelah puas berfoto dan
berjalan-jalan, kami melanjutkan perjalanan menuju British Museum. Museum ini
adalah permintaan khusus Nadhif, dan dia menghabiskan waktu lebih dari 2 jam
untuk berkeliling museum ini ditemani suami saya. Sementara saya dan Natassja
menunggu diluar karena Natassja tidak mau masuk. Selain berlari-lari di halaman
museum yang luas, dia juga sempat tertidur di pangkuan saya karena menunggu
kakaknya yang tidak keluar-keluar J Oh ya, untuk masuk museum
ini tidak ada biaya tiket alias gratis.
 |
| British Museum |
Hari sudah jauh melewati tengah hari
ketika akhirnya Nadhif puas melihat-lihat koleksi museum, perut pun lapar minta
diisi. Saya teringat bahwa ada rumah makan Indonesia di kawasan antara British
Museum dan hotel kami di Leicester Square, yaitu Bali-Bali yang terletak di
Shaftesbury Ave. Setelah mencari di peta, kelihatannya lokasinya tidak terlalu
jauh sehingga kami memutuskan untuk berjalan kaki saja. Apadaya kami tersesat
dan berputar-putar, perlu waktu 1 jam untuk menemukan rumah makan tersebut.
Cerita tentang rumah makan ini akan diposting di cerita saya selanjutnya.
Perut kenyang setelah makan, matapun
mulai terasa berat. Untuk menurunkan isi perut, kamipun pulang ke hotel dengan
berjalan kaki, sambil menikmati kawasan West End dan Chinatown. Sepanjang jalan
banyak bertebaran teater-teater dengan berbagai macam show. Kawasan ini memang
terkenal sebagai kawasan hiburan berbagai golongan masyarakat.
 |
| HRC London |
 |
| sore hari di Hyde Park |
Setelah beristirahat sejenak di
hotel, sore harinya kami menuju Hyde Park, dan mencari merchandise shop Hard
Rock Cafe yang terletak tidak jauh dari taman. Kunjungan ke Hard Rock memang
agenda wajib saya setiap berkunjung ke berbagai kota yang memiliki cabang Hard
Rock Cafe. Bukan untuk makan disana tentunya, tapi untuk berburu magnet kulkas,
pin dan t shirt nya. Setelah berbelanja, kami bersantai di Hyde Park,
duduk-duduk menikmati senja. Rencana jalan-jalan ke Oxford Street terpaksa dibatalkan
karena sudah terlalu malam. Nampaknya saya Hrus mengagendakan kunjungan ke
London lagi jika punya rejeki dan kesempatan di lain waktu, karena masih banyak
tempat yang belum sempat dikunjungi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar