Senin, 25 November 2013

2N GOES TO UK: LONDON DAY 4

Hari berikutnya kembali kami habiskan di kota London. Tujuan pertama kami adalah Tower Bridge dan Tower of London. Tower Bridge, jembatan yang menjadi landmark kota London ini dibangun pada tahun 1894, menjadi salah satu jembatan yang melintang diatas sungai Thames. Harap bedakan Tower Bridge dengan London Bridge. London Bridge hanyalah jembatan dengan desain biasa yang  juga melintasi sungai Thames, dan letaknya memang berdekatan dengan Tower Bridge. Dari pedestrian di depan Tower of London, kita akan mendapatkan spot yang indah untuk berfoto dengan latar belakang Tower Bridge, Tower of London atau sungai Thames dan kompleks city hall dan gedung The Shard (gedung tertinggi di London), bahkan The Gherkins (gedung unik berbentuk seperti telur).

Tower Bridge
The Shard
Nadhif dan Natassja, Tower of London

            Kami tidak masuk ke Tower of London ( L) selain karena tiket yang cukup mahal (20 pounds perorang) juga masih banyak tempat yang ingin kami kunjungi sementara ini adalah hari terakhir kami di London. Setelah puas berfoto dan berjalan-jalan, kami melanjutkan perjalanan menuju British Museum. Museum ini adalah permintaan khusus Nadhif, dan dia menghabiskan waktu lebih dari 2 jam untuk berkeliling museum ini ditemani suami saya. Sementara saya dan Natassja menunggu diluar karena Natassja tidak mau masuk. Selain berlari-lari di halaman museum yang luas, dia juga sempat tertidur di pangkuan saya karena menunggu kakaknya yang tidak keluar-keluar J Oh ya, untuk masuk museum ini tidak ada biaya tiket alias gratis.
British Museum

            Hari sudah jauh melewati tengah hari ketika akhirnya Nadhif puas melihat-lihat koleksi museum, perut pun lapar minta diisi. Saya teringat bahwa ada rumah makan Indonesia di kawasan antara British Museum dan hotel kami di Leicester Square, yaitu Bali-Bali yang terletak di Shaftesbury Ave. Setelah mencari di peta, kelihatannya lokasinya tidak terlalu jauh sehingga kami memutuskan untuk berjalan kaki saja. Apadaya kami tersesat dan berputar-putar, perlu waktu 1 jam untuk menemukan rumah makan tersebut. Cerita tentang rumah makan ini akan diposting di cerita saya selanjutnya.

            Perut kenyang setelah makan, matapun mulai terasa berat. Untuk menurunkan isi perut, kamipun pulang ke hotel dengan berjalan kaki, sambil menikmati kawasan West End dan Chinatown. Sepanjang jalan banyak bertebaran teater-teater dengan berbagai macam show. Kawasan ini memang terkenal sebagai kawasan hiburan berbagai golongan masyarakat.

HRC London
sore hari di Hyde Park

            Setelah beristirahat sejenak di hotel, sore harinya kami menuju Hyde Park, dan mencari merchandise shop Hard Rock Cafe yang terletak tidak jauh dari taman. Kunjungan ke Hard Rock memang agenda wajib saya setiap berkunjung ke berbagai kota yang memiliki cabang Hard Rock Cafe. Bukan untuk makan disana tentunya, tapi untuk berburu magnet kulkas, pin dan t shirt nya. Setelah berbelanja, kami bersantai di Hyde Park, duduk-duduk menikmati senja. Rencana jalan-jalan ke Oxford Street terpaksa dibatalkan karena sudah terlalu malam. Nampaknya saya Hrus mengagendakan kunjungan ke London lagi jika punya rejeki dan kesempatan di lain waktu, karena masih banyak tempat yang belum sempat dikunjungi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar