Senin, 08 Juli 2013

PARIS FOR 2 DAYS


Matahari masih bersinar terang saat kereta berhenti di stasiun Gare du Nord, Paris, walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 19.00. Udara juga cukup hangat sehingga kami tidak perlu memakai jaket. Wah, rasanya seperti mimpi saya bisa berada di kota yang paling populer sedunia ini. 

Kali ini, kami memilih hotel yang tidak berdekatan dengan stasiun kereta, tapi hotel disekitar kawasan Invalides, dekat dengan Menara Eiffel yang terkenal itu. Hotel La Bourdonnais letaknya di avenue de la Bourdonnais, hanya 15 menit berjalan kaki menuju Menara Eiffel. Sebetulnya ada stasiun metro yang dekat dengan hotel, Ecole Militaire, tetapi karena segan mendorong dan mengangkat-angkat koper naik turun stasiun metro yang letaknya dibawah tanah, kami memilih naik taksi. Perjalanan memakan waktu 20 menit menembus keramaian lalu lintas Paris disore hari. Sepanjang perjalanan menuju hotel saya sudah dibuat kagum dengan keindahan kota ini. Ongkos taksi sekitar 20 Euro. 

Hotel La Bourdonnais, Paris
Hotel La Bourdonnais tidak terlalu besar, tampak cozy dengan desain klasiknya, sesuai dengan bangunannya. Triple room yang kami pesan terletak di lantai 5, bertarif cukup mahal 223 Euro/malam. Ruangannya besar, dengan 2 twin bed, kamar mandi luas dengan bathtube dan shower, dan balkon. Yang membuat saya melonjak kegirangan adalah pemandangan dari balkon yang bisa melihat langsung kearah Menara Eiffel, walaupun yang tampak hanya setengah bagian atasnya...Waaw..harga yang mahal jadi sepadan dengan apa yang didapat. So far, ini adalah hotel terbaik yang kami pesan selama perjalanan di Eropa.

Sore itu kami hanya menikmati makan malam (mie instant :) ) sambil mengagumi puncak Menara Eiffel yang bertabur cahaya lampu. Rencana berjalan menuju Eiffel malam hari batal karena lelah. Toh kami masih punya 2 malam lagi disini.

Eiffel ditengah kabut dan rintik hujan
Sayang sekali, udara hangat dan cerah yang menyambut kami saat tiba berubah drastis ketika kami bangun dikeesokan harinya. Hujan deras mengguyur, angin bertiup agak kencang, udara dingin menusuk kulit memaksa kami harus mengeluarkan bekal payung dan jaket tebal. Setelah sarapan, kami berjalan kaki menuju Menara Eiffel melalui Ecole Militaire dan Champs de Mars (taman diantara Ecole Militaire dan Menara Eiffel yang pohonnya ditata unik berbentuk geometris (kerucut dan persegi). 
Champs de Mars
Taman sedikit becek, dan puncak Menara Eiffelpun tak tampak karena tertutup kabut. Langit abu2 dan suasanapun seperti ‘pucat’. Wah benar2 bukan moment yang bagus untuk berfoto di Menara Eiffel. Meski begitu, perasaan saya campur aduk antara senang, takjub dan tak percaya saya bisa melihat langsung iconic place yang terkenal ini. Untuk naik ke lantai 1 atau 2, ada 2 pilihan, menggunakan anak tangga atau lift dengan tiket seharga 5 Euro atau 11 Euro. Sementara untuk naik sampai ke puncak harus menggunakan lift dengan haarga tiket 14,6 Euro.
antri dibawah siraman gerimis
Kami memilih opsi paling murah, yaitu naik tangga ke lantai 1 dan 2, karena antrian untuk naik lift sudah sangat panjang. Setelah melalui detektor dan pemeriksaan yang cukup ketat, kamipun menapaki satu persatu anak tangga yang jumlahnya 345 buah itu. Waw, lumayan capek dan ngos2an, saya harus berhenti beberapa kali untuk mengatur nafas. Sampai di lantai 1, suasana agak terganggu dengan renovasi yang tengah berlangsung disitu. Namun kami masih bisa menikmati pemandangan disekitar menara. Champs de Mars yang tadi kami lewati tampak cantik dilihat dari ketinggian. Juga Trocadero, dan sungai Seine yang melintas didepannya. Kalau lihat di foto2 buku panduan, air mancur di kolam depan Trocadero tampak indah terutama malam hari, tetapi pagi ini air mancur masih belum menyala. Setelah puas berfoto dan juga cukup beristirahat, kami kembali menuruni tangga. Sampai dibawah lutut terasa bergetar, campuran antara lelah dan kedinginan. Sambil menikmati secangkir hot chocolate dan semangkuk french fries di kantin yang terletak di kaki menara, kami kembali mengatur strategi untuk hari ini. Hmm.. harumnya hot chocolate dan kehangatannya sungguh pas diudara yang super dingin ini. 


Rencana melakukan perjalanan dengan public transport kami batalkan karena hujan masih terus mengguyur.
Les Car Rouges
Kami memilih menggunakan hop on hop off bus yang banyak terdapat di Paris. Kebetulan bus Les Car Rouges sudah ngetem di dekat tempat kami berdiri. Harga tiketnya 21 Euro/orang untuk 1 hari (mulai pukul 8.45 sampai pukul 20.00) sedangkan jika mengambil 2 hari harganya 27 Euro. Kami memilih yang 2 hari sekalian. Les Car Rouges yang berupa bus tingkat dengan atap terbuka berkeliling ke tempat2 touristik di Paris dan berhenti di 8 perhentian: Menara Eiffel, Champs de Mars, Musee de Louvre, Notre Dame, Musee de Orsay, Opera, Champs Elysees dan Trocadero. Didalam bus  juga tersedia audio guide dalam berbagai bahasa. Karena hari hujan, semua penumpang memilih duduk di bawah.

Bus berkeliling kota dengan kecepatan sedang. Disetiap tempat2 menarik bus berhenti sebentar, memberi kesempatan para penumpang untuk mengambil foto. Karena hujan tidak menampakkan tanda2 akan berhenti, suami saya malas turun dari bus. Padahal di berbagai tempat banyak turis yang cuek dengan hujan,semuanya berpayung atau memakai jas hujan. Akhirnya kami turun di Opera, yang berdekatan dengan Galleries Lafayette, pusat perbelanjaan terkenal. Kami menghabiskan waktu di tempat ini. 
Ternyata hujan masih saja turun, kami kembali naik bus dan turun di Champs de Mars untuk kembali ke hotel. Aduuuh, bete banget rasanya ada di Paris dan banyak tempat yang harus dikunjungi, tapi suami dan anak saya malah memilih tidur siang! Menurut suami saya, lebih baik istirahat dulu ketimbang berhujan2, padahal saya ingin masuk ke Musee de Louvre.
Rain at Paris
Suami saya dengan santainya bilang, masih ada hari esok. Akhirnya sementara suami dan anak saya tidur di hotel, saya berjalan-jalan sendiri sepanjang avenue de la Bourdonnais, keluar masuk toko2 suvenir yang banyak terdapat disekitar Eiffel yang ternyata banyak dimiliki oleh warga keturunan India. Setelah puas barulah saya kembali ke hotel, membangunkan suami dan anak saya dan memaksa mereka untuk jalan-jalan lagi walaupun hujan masih turun.  

HRC Paris
 Tujuan kami adalah mencari Hard Rock Cafe Paris yang terletak di Blvd Montmartre. Dari hotel kami berjalan kaki menuju stasiun metro Ecole Militaire, naik metro line 8 turun di stasiun Richelieu Drouot. Karena salah memilih pintu keluar kami sempat tersasar, tapi tak lama kemudian kami menemukannya. Setelah berbelanja untuk melengkapi koleksi masing2 dan berfoto, kami kembali ke hotel dengan naik metro yang sama.

Alhamdulillah, esok harinya hujan sudah tidak turun, walaupun masih sedikit mendung dan udara masih dingin. Hari ini cukup banyak tempat yang ingin kami kunjungi, yaitu Musee de Louvre, Notre Dame, Arc de Triomphe dan terakhir Disneyland. Waktu kunjungan ke Disneyland + La Valee factory outlet yang sudah kami rencanakan untuk hari ini terpaksa dikurangi. Kami kembali naik bus Les Car Rouges dari seberang Menara Eiffel. Tujuan pertama adalah Musee de Louvre. Sayang beribu sayang, museum yang terkenal dengan koleksinya, lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci ini ternyata tutup di hari selasa! Wah menyesaal sekali kenapa kemarin ‘membuang-buang’ waktu yang berharga dengan tidur siang! Akhirnya kami harus puas dengan mengambil foto di halaman museum yang sangat luas, di depan piramida kacanya yang terkenal. Juga di depan Arc de Triomphe du Carroussel yang menjadi pintu masuk Jardin de Tuilleries (Taman Tuilleries) disebelah museum. Satu catatan penting, kita harus berhati2 karena banyak penipu dan copet berkeliaran disini. Anak2 muda berwajah imigran yang menyaru sebagai penyandang cacat bisu-tuli memaksa turis memberikan sumbangan, juga pedagang2  suvenir asongan yang kadang menipu dan memaksa pembeli.
 
Musee du Louvre
Dari sini kami melanjutkan perjalanan menuju Notre Dame. Gereja katolik bergaya gothic ini juga ramai menjadi jujugan para turis. Banyak yang antri masuk untuk sekadar berdoa sejenak atau melihat interior di dalam gereja. Plaza di depan gereja saat itu tengah ramai petugas kebersihan, setelah sebelumnya dipakai untuk suatu kegiatan, sehingga terasa agak mengganggu. Jalan disamping gereja juga dipenuhi deretan toko suvenir yang lagi2 dimiliki oleh warga keturunan India.

Notre Dame
Dari Notre Dame perjalanan berlanjut menuju Arc de Triomphe, monumen terkenal yang dibangun sebaai penghormatan kepada mereka yang gugur saat revolusi Perancis, yang terletak diujung jalan yang sangat terkenal, avenue Champs Elysees, jalan lebar yang kanan kirinya dipenuhi oleh toko2 dari merek2 premium. Sebenarnya ingin juga berjalan kaki menyusuri Champs Elysees, tetapi niat ini diurungkan karena ternyata jalannya panjang sekali, sementara waktu kami terbatas.  Akhirnya kami hanya berfoto dan melihat Arc de Triomphe saja dari dekat. Antrian untuk naik ke puncak Arc de Triomphe pun sangat panjang.

Dari stasiun Charles de Gaule Etoile yang terletak di dekat Arc de Triomphe kami menaiki kereta RER A menuju stasiun Marnee le Valee, tempat Disneyland Paris berada.
Arc de Triomphe
Perjalanan menempuh waktu cukup lama, hampir 1 jam lamanya. Terjadi kesalah pahaman disini. Saya bilang pada suami saya, kelihatannya tiket kereta RER berbeda dengan tiket metro, dan harganya pun lebih mahal. Tetapi di bagian informasi stasiun tidak tampak ada petugas, sementara orang2 yang lalu lalang cukup sulit untuk ditanyai, terutama karena mereka enggan diganggu atau tidak mau berbahasa Inggris. Akhirnya kami menggunakan tiket metro untuk naik kereta RER. Sampai di stasiun Marnee La Valee, tiket kami tidak bisa digunakan untuk keluar dari stasiun. Kamipun didekati petugas yang menerangkan bahwa kami menggunakan tiket yang salah. Dengan sangat terpaksa, kami merelakan uang 50 Euro melayang sebagai denda..hiks hiks.. L Ternyata, harga tiket RER A dari Disneyland menuju kota adalah 14 Euro, berbeda jauh dengan harga tiket metro yang sekitar 1,2 Euro...terang saja akhirnya kami didenda!

Karena hari sudah menjelang sore, rencana untuk mengunjungi La Valee shopping outlet terpaksa dibatalkan (:'() dan kunjungan ke Disneyland pun harus memilih salah satu taman saja: Walt Disney Park atau Disneyland Park. Kami memilih Walt Disney Park karena wahananya lebih ditujukan untuk anak2 besar dan remaja. Harga tiket untuk 1 taman adalah 61 Euro/orang, jika mengunjungi 2 taman harga tiketnya 83 Euro/orang. Selain kedua taman tersebut ada pula Disney Village, dengan pertunjukan dan restauran ala Disney. Cukup banyak pula wahana yang menarik di Walt Disney Studio, diantaranya Playland dengan tema Toy Story, Cars, juga the Art of Animation, tempat kita melihat bagaimana membuat kartun Disney, Stitch Live!, interaktif show bersama Stitch yang kocak dan Cinemagique, yang berupa campuran potongan2 film dan adegan drama live yang disambung2 menjadi sebuah cerita menarik.
Disney Parade
Malam harinya ditutup dengan Disney Parade, yaitu parade karakter2 kartun disney seperti dari yang klasik seperti Donald dan Daissy Duck, Goofy, Mickey dan Minnie Mouse, sampai ke tokoh2 baru seperti Aladin dan Putri Jasmine, Mulan, Pocahontas, Lilo and Stitch, Remy, si tikus pandai masak dari film Ratatouille, Suley dan Mike dari Monster Inc, Woody dan  Buzz Lightyear dari Toy Story dan lain2. Wow sangat meriah!

Kami pulang bersamaan dengan tutupnya Walt Disney Studio. Sayang sekali kami kekurangan waktu. 2 hari tidak cukup untuk menikmati Paris yang indah dan menawarkan banyak sekali tempat yang harus dikunjungi. Lain kali, saya harus kembali lagi kesini! *mudah2an doa saya dikabulkan Allah, aamiin...*