Hari kedua di London, kami masih belum menyesuaikan diri
dengan waktu London yang 6 jam lebih lambat dibanding WIB. Pukul 4 pagi kami
semua sudah terbangun dan segar. Setelah sarapan mie instant (perbekalan yang
kami bawa dari rumah), pukul 7 kami sudah keluar hotel. Kami berjalan kaki
melewati Picadilly Circus menuju St James Park. Lalu lintas masih belum terlalu
ramai, pejalan kaki pun masih sedikit. Dari St James Park kami melanjutkan
berjalan kaki menuju Trafalgar Square.
 |
| Picadilly Circus very early morning |
 |
| St James Park juga masih sepi |
Alun-alun yang terletak di depan National Gallery ini
ternyata tidak terlalu besar. Karena hari masih pagi, hanya petugas cleaning
service dan keamanan yang tampak lalu lalang. Kedua airmancurpun belum menyala.
Tapi Natassja sudah girang berlari kesana kemari mengejar burung merpati yang
sudah bermunculan.
 |
| dari St James Park menuju Trafalgar Square |
 |
| Natassja di depan National Gallery, Trafalgar Square |
Disalah satu sudut, tegak berdiri Nelson’s Collumn, yang
dikelilingi oleh patung 4 ekor singa. Nelson’s Collumn adalah sebuah monumen
yang didirikan untuk menghormati Admiral Horatio Nelson, seorang pahlawan
Inggris yang tewas dalam perangTrafalgar
tahun 1805.
 |
| Trafalgar Square |
 |
| Nelson's Collumn |
Di salah satu jalan yang berujung di Trafalgar Square ini,
dikejauhan tampak salah satu bangunan yang menjadi ikon kota London, Big Ben.
Big Ben adalah bagian dari gedung House of Parliament, gedung parlemen kerajaan
Inggris. Kamipun berjalan kaki kesana. Keputusan yang salah tampaknya, karena
ternyata jaraknya tidak sedekat yang kami kira :p
Untuk mengabadikan Big Ben, tempat
terbaik adalah di Westminster Bridge. Selain dapat berfoto dengan background
Big Ben dan The House of Parliament, disini kita juga dapat berfoto dengan
background London Eye atau sungai Thames. Meskipun Westminster Bridge adalah
jembatan yang ramai dengan lalu lalang kendaraan, di trotoarnya tampak
kerumunan turis yang bergantian berfoto.
 |
| Big Ben |
 |
| Ngantuk di Big Ben |
Karena Natassja tampak sudah
mengantuk, kami memutuskan untuk pulang dulu. Dari stasiun Westminster kami
naik tube Victoria Line . Ternyata, sesampainya di taman Leicester Square,
Natassja malah sudah segar kembali. Selain karena sempat tertidur di tube, di taman
dia juga bisa berlari-lari dan melompat-lompat sesuka hati. Hari-hari
berikutnya, jika sudah kelihatan lelah
dan bosan, dia akan kami ajak ke taman. Setelah berlari-lari dan bermain,
biasanya dia akan gembira kembali dan siap diajak berjalan-jalan. (Merindukan
taman kota yang rindang, sejuk dan tanpa nyamuk di kota tempat tinggalku...)
Kami kembali berjalan kaki ke arah
Picadilly Circus menuju sudut jalan Whitcomb Street untuk naik bus hop on hop
off. Ada tiga jalur bus hop on hop off dari The Original Tour yaitu Red Line,
Yellow Line dan Blue Line. Harga tiket 28 pounds perorang per 24 jam, termasuk
menikmati Thames cruise. Kami memilih bus yellow line untuk berkeliling kota
London. Melewati spot-spot wisata terkenal seperti National Gallery dan Trafalgar
Square, Hyde Park, Tower Bridge, Tower of London dan lain-lain. Kami turun di
Buckingham Palace untuk menyaksikan Changing Guard Ceremony di halaman istana.
 |
| Buckingham Palace |
 |
| Changing guard parade |
Kerumunan penonton sudah mulai
tampak ketika kami tiba, padahal acara baru akan dimulai kurang lebih tiga
puluh menit lagi. Gerimis yang mulai turun tidak membuat para penonton ini
menyingkir. Semakin mendekati waktunya, jumlah penonton semakin membludak.
Acara dibuka dengan parade pasukan
pengawal kerajaan dan pasukan pemusik. Dengan mengendarai kuda-kuda yang besar
dan gagah pasukan pengawal (house guards) berbaris rapi memasuki halaman
istana, disusul pasukan pemusik yang penampilannya mirip dengan prajurit di
kaleng biskuit Monde Butter Cookies J Acara berlangsung kurang
lebih 20 menit lamanya. Setelah selesai, kami kembali ke halte untuk naik bus
yellow line dan turun di dekat London Eye.
Karena kami sudah membeli tiket
secara online, Kami tinggal menukarkan email dengan tiket di loket khusus.
Tiket online combo (London Eye dan Sealife Aquarium yang terletak bersebelahan)
harganya 27 pounds perorang, lebih murah dibandingkan membeli secara langsung
di ticket box (38 pounds). Selain combo diatas tersedia juga ticket combo
dengan London Dungeons, yang juga terletak di kawasan yang sama. Apabila anda
penggemar hal-hal yang berbau horor, kunjungan ke London Dungeons pantang
dilewatkan.
 |
| London Eye dari Westminster Bridge |
 |
| didalam kapsul London Eye |
 |
| pemandangan dari dalam kapsul |
Satu putaran ferris wheel terbesar
kedua didunia (setelah Singapore Flyer) ini lamanya 30 menit, cukup puas untuk
menikmati pemandangan kota London dari atas. Tampak sungai Thames yang membelah
kota dengan jembatan-jembatan terkenal yang melintang diatasnya, juga
bangunan-bangunan ikon kota London seperti House of Parliament dan Big Ben nya,
Tower of London, dan Westminster Abbey.
Setelah itu, kami masuk ke Sealife
Aquarium yang terletak disebelahnya. Anak sulung saya, Nadhif adalah penggemar
dunia bawah laut, maka kunjungan ke Aquarium atau Sea World adalah hal yang
wajib dilakukan setiap kami berkunjung kesuatu tempat. Sealife Aquarium London
lebih besar daripada Sea World Jakarta, dengan penataan yang juga lebih
menarik.
 |
| South bank of Thames River |
 |
| London Sealife Aquarium |
London Eye, Sealife Aquarium dan
London Dungeons berada di kawasan south bank of Thames River. Kawasan sepanjang
kurang lebih 2 mil (4 km) dari Westminster sampai Tower Bridge ini merupakan
area yang menyenangkan untuk berjalan kaki, atau sekadar duduk-duduk menikmati
pemandangan. Beberapa tempat menyediakan playground untuk anak-anak.
Disepanjang south bank ini juga banyak dijumpai gedung-gedung indah seperti Tate
Modern Museum dan Shakespeare Globe.
Karena hari sudah menjelang sore dan
Natassja sudah mulai kelelahan, kami pun kembali menumpang bus yellow line
untuk kembali ke hotel. Spot-spot wisata yang dilalui bus ini terpaksa kami
lewati saja, mudah-mudahan masih ada waktu untuk mengunjunginya di hari
berikut. Begitulah resikonya jika bepergian dengan batita, kita harus banyak
berkompromi dengan kondisi si kecil, tidak mungkin memaksakan diri untuk terus
jalan-jalan jika si kecil sudah lelah.
Sisa sore dan malam ini kami habiskan disekitaran Leicester Square dan
Covent Garden.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar