Sabtu, 23 November 2013

2N GOES TO UK: LONDON DAY 2

Hari kedua di London, kami masih belum menyesuaikan diri dengan waktu London yang 6 jam lebih lambat dibanding WIB. Pukul 4 pagi kami semua sudah terbangun dan segar. Setelah sarapan mie instant (perbekalan yang kami bawa dari rumah), pukul 7 kami sudah keluar hotel. Kami berjalan kaki melewati Picadilly Circus menuju St James Park. Lalu lintas masih belum terlalu ramai, pejalan kaki pun masih sedikit. Dari St James Park kami melanjutkan berjalan kaki menuju Trafalgar Square.

Picadilly Circus very early morning
St James Park juga masih sepi

Alun-alun yang terletak di depan National Gallery ini ternyata tidak terlalu besar. Karena hari masih pagi, hanya petugas cleaning service dan keamanan yang tampak lalu lalang. Kedua airmancurpun belum menyala. Tapi Natassja sudah girang berlari kesana kemari mengejar burung merpati yang sudah bermunculan.
dari  St James Park menuju Trafalgar Square

Natassja di depan National Gallery, Trafalgar Square

Disalah satu sudut, tegak berdiri Nelson’s Collumn, yang dikelilingi oleh patung 4 ekor singa. Nelson’s Collumn adalah sebuah monumen yang didirikan untuk menghormati Admiral Horatio Nelson, seorang pahlawan Inggris  yang tewas dalam perangTrafalgar tahun 1805.

Trafalgar Square

Nelson's Collumn

Di salah satu jalan yang berujung di Trafalgar Square ini, dikejauhan tampak salah satu bangunan yang menjadi ikon kota London, Big Ben. Big Ben adalah bagian dari gedung House of Parliament, gedung parlemen kerajaan Inggris. Kamipun berjalan kaki kesana. Keputusan yang salah tampaknya, karena ternyata jaraknya tidak sedekat yang kami kira :p

            Untuk mengabadikan Big Ben, tempat terbaik adalah di Westminster Bridge. Selain dapat berfoto dengan background Big Ben dan The House of Parliament, disini kita juga dapat berfoto dengan background London Eye atau sungai Thames. Meskipun Westminster Bridge adalah jembatan yang ramai dengan lalu lalang kendaraan, di trotoarnya tampak kerumunan turis yang bergantian berfoto.

Big Ben
Ngantuk di Big Ben

            Karena Natassja tampak sudah mengantuk, kami memutuskan untuk pulang dulu. Dari stasiun Westminster kami naik tube Victoria Line . Ternyata, sesampainya di taman Leicester Square, Natassja malah sudah segar kembali. Selain karena sempat tertidur di tube, di taman dia juga bisa berlari-lari dan melompat-lompat sesuka hati. Hari-hari berikutnya, jika  sudah kelihatan lelah dan bosan, dia akan kami ajak ke taman. Setelah berlari-lari dan bermain, biasanya dia akan gembira kembali dan siap diajak berjalan-jalan. (Merindukan taman kota yang rindang, sejuk dan tanpa nyamuk di kota tempat tinggalku...)

            Kami kembali berjalan kaki ke arah Picadilly Circus menuju sudut jalan Whitcomb Street untuk naik bus hop on hop off. Ada tiga jalur bus hop on hop off dari The Original Tour yaitu Red Line, Yellow Line dan Blue Line. Harga tiket 28 pounds perorang per 24 jam, termasuk menikmati Thames cruise. Kami memilih bus yellow line untuk berkeliling kota London. Melewati spot-spot wisata terkenal seperti National Gallery dan Trafalgar Square, Hyde Park, Tower Bridge, Tower of London dan lain-lain. Kami turun di Buckingham Palace untuk menyaksikan Changing Guard Ceremony di halaman istana.

Buckingham Palace
Changing guard parade

            Kerumunan penonton sudah mulai tampak ketika kami tiba, padahal acara baru akan dimulai kurang lebih tiga puluh menit lagi. Gerimis yang mulai turun tidak membuat para penonton ini menyingkir. Semakin mendekati waktunya, jumlah penonton semakin membludak.

            Acara dibuka dengan parade pasukan pengawal kerajaan dan pasukan pemusik. Dengan mengendarai kuda-kuda yang besar dan gagah pasukan pengawal (house guards) berbaris rapi memasuki halaman istana, disusul pasukan pemusik yang penampilannya mirip dengan prajurit di kaleng biskuit Monde Butter Cookies J Acara berlangsung kurang lebih 20 menit lamanya. Setelah selesai, kami kembali ke halte untuk naik bus yellow line dan turun di dekat London Eye.

            Karena kami sudah membeli tiket secara online, Kami tinggal menukarkan email dengan tiket di loket khusus. Tiket online combo (London Eye dan Sealife Aquarium yang terletak bersebelahan) harganya 27 pounds perorang, lebih murah dibandingkan membeli secara langsung di ticket box (38 pounds). Selain combo diatas tersedia juga ticket combo dengan London Dungeons, yang juga terletak di kawasan yang sama. Apabila anda penggemar hal-hal yang berbau horor, kunjungan ke London Dungeons pantang dilewatkan.

London Eye dari Westminster Bridge
didalam kapsul London Eye
pemandangan dari dalam kapsul

            Satu putaran ferris wheel terbesar kedua didunia (setelah Singapore Flyer) ini lamanya 30 menit, cukup puas untuk menikmati pemandangan kota London dari atas. Tampak sungai Thames yang membelah kota dengan jembatan-jembatan terkenal yang melintang diatasnya, juga bangunan-bangunan ikon kota London seperti House of Parliament dan Big Ben nya, Tower of London, dan Westminster Abbey.

            Setelah itu, kami masuk ke Sealife Aquarium yang terletak disebelahnya. Anak sulung saya, Nadhif adalah penggemar dunia bawah laut, maka kunjungan ke Aquarium atau Sea World adalah hal yang wajib dilakukan setiap kami berkunjung kesuatu tempat. Sealife Aquarium London lebih besar daripada Sea World Jakarta, dengan penataan yang juga lebih menarik.

South bank of Thames River
London Sealife Aquarium

            London Eye, Sealife Aquarium dan London Dungeons berada di kawasan south bank of Thames River. Kawasan sepanjang kurang lebih 2 mil (4 km) dari Westminster sampai Tower Bridge ini merupakan area yang menyenangkan untuk berjalan kaki, atau sekadar duduk-duduk menikmati pemandangan. Beberapa tempat menyediakan playground untuk anak-anak. Disepanjang south bank ini juga banyak dijumpai gedung-gedung indah seperti Tate Modern Museum dan Shakespeare Globe.

            Karena hari sudah menjelang sore dan Natassja sudah mulai kelelahan, kami pun kembali menumpang bus yellow line untuk kembali ke hotel. Spot-spot wisata yang dilalui bus ini terpaksa kami lewati saja, mudah-mudahan masih ada waktu untuk mengunjunginya di hari berikut. Begitulah resikonya jika bepergian dengan batita, kita harus banyak berkompromi dengan kondisi si kecil, tidak mungkin memaksakan diri untuk terus jalan-jalan jika si kecil sudah lelah.  Sisa sore dan malam ini kami habiskan disekitaran Leicester Square dan Covent Garden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar