Hari berikutnya, pukul
7 pagi kami check out dan kembali menuju stasiun Amsterdam Centraal.
Hari ini kami meninggalkan Belanda dan menuju ke Belgia. Kami menggunakan
regular inter city train, untuk Amsterdam – Antwerpen harga tiketnya 20 Euro.
Waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
 |
| Antwerpen Centraal |
Tiba di Antwerpen kami dijemput oleh sepupu saya,
Adit. Setelah menitipkan koper di Hotel Century tempat kami menginap, kamipun
berjalan kaki menuju apartemen Adit yang
 |
| Universiteit Antwerpen |
terletak di kawasan Universiteit
Antwerpen. Cukup jauh juga kami berjalan kaki, melewati kawasan kota tua
Antwerpen, pusat perbelanjaan Meir, kami juga sempatkan mampir dan berfoto di
beberapa bangunan milik universitas.
 |
| di Kedai Sup |
Karena hari itu adalah hari sabtu,
lingkungan kampus tampak sepi. Setelah beristirahat sambil mengobrol melepas
kangen di kamar apartemen Adit yang sederhana tetapi nyaman, kami kembali
berjalan kaki, walking tour menyusuri kota tua Antwerpen. Sebelumnya kami
sempat mampir di sebuah kedai sup, brunch sup lezat yang saya tak tahu namanya
tapi sudah dipastikan tidak mengandung babi. Kami memesan porsi kecil, tetapi
yang datang tetap semangkuk besar dan sangat mengenyangkan, harganya hanya 4
Euro. Sementara porsi normal mangkuknya super besar, sebesar baskom!
Kami terus
berjalan melewati lorong2 kota, museum, lalu tibalah kami di lapangan besar
yang dikelilingi bangunan2 tua dan toko2 suvenir serta cafe yang cozy. Itulah
Grote Markt, atau alun2 kota seperti Damsquare di Amsterdam. Disini terdapat
bangunan City Hall yang dihiasi bendera2 berwarna warni yang ternyata adalah
bendera negara2 diseluruh dunia. Selain City Hall disini juga terdapat
Antwerpen Cathedral. Deretan restoran dan cafe menawarkan berbagai menu dari
berbagai negara, termasuk diantaranya sebuah restoran Indonesia. Sedikit lebih
jauh dari Grote Markt terdapat pula sebuah kastil. Setelah menikmati kota tua
dan mengambil foto, kami kembali ke hotel untuk check in dan beristirahat
sejenak.
 |
| Antwerp Museum |
 |
| City Hall at Grote Markt |
 |
| Grote Markt |
 |
| Menara Antwerp Cathedral |
Hotel Century terletak persis disamping stasiun Antwerpen
Central, hanya perlu menyeberang jalan kecil yang tak terlalu ramai. Hotelnya
mungil, dengan lift yang sempit, tetapi kamar triple room yang kami pesan
ternyata cukup lapang. Berbentuk L, kamar bertarif 128 Euro/malam (termasuk
breakfast) ini memuat 1 twin bed, 2 single bed,
2 lemari pakaian, 2 meja dan beberapa kursi serta kamar mandi yang juga
cukup luas. Selain dekat dengan stasiun dan kebun binatang, disekitar hotel ini
juga bertebaran toko berlian. Antwerpen terkenal sebagai pusat berlian di
Eropa, selain toko berlian terdapat pula museum dan tempat pengolahan berlian
disini.
 |
| Antwerp Castle |
Setelah beristirahat, sore hari kami kembali berjalan kaki
menyusuri kota Antwerp. Kami menuju kawasan muslim untuk makan malam. Di
Antwerpen tampaknya cukup banyak
 |
| Chicken tandoori from Iman Halaal |
pendatang muslim, karena sepanjang hari ini
saya banyak bertemu dengan wanita2 berjilbab. Kebanyakan pendatang berasal dari
Afrika terutama Kongo, karena Kongo adalah eks-jajahan Belgia. Kami makan malam
disebuah rumah makan India muslim bernama Iman Halaal. Seporsi (besar) tandori
chicken dengan nasi yang cukup lezat
harganya 7 Euro. Sisa hari itu kami habiskan dengan berjalan kaki berkeliling kawasan
muslim dan duduk2 di plaza depan
stasiun.
Keesokan harinya, masih ditemani Adit, kami berangkat ke
Brussels. Karena sore harinya akan langsung ke Paris, kami sekalian check out
dari hotel. Perjalanan ke Brussels dengan kereta api memakan waktu 50 menit,
dengan harga tiket kereta kelas 2 6,5 Euro oneway. Sesampainya di Brussels
Centraal, kami menitipkan koper di locker yang tersedia. Untuk locker besar,
harga sewanya 12 Euro/24 jam.
 |
| Grand Place Brussels |
Setelah mampir sebentar di toilet (bayar 0,5 Euro ) kami berjalan kaki
menuju Grand Place, alun2 kota Brussels. Melewati Galleries Royal Huberts, pusat perbelanjaan
bergaya gothic yang masih tutup, dan beberapa pengemis yang terlihat lalu
lalang (surprise!) kamipun sampai di Grand Place. Setelah berfoto dan menikmati
keindahannya, kami melanjutkan berjalan kaki menuju Manneken Pis, patung anak
laki2 kecil yang sedang pipis yang menjadi ikon kota Brussels.
 |
| Belgian waffel...yummy!! |
 |
| Manneken Pis |
Ternyata patung
terkenal ini ukurannya kecil saja, terletak di sudut perempatan jalan yang juga
tidak terlalu besar. Karena hari masih cukup pagi, belum banyak turis yang
berfoto disitu, hanya sekelompok kecil turis Jepang. Kami pun cepat2 berfoto
bersama patung yang hari itu memakai kostum pemain sepak bola Barcelona FC,
mungkin untuk menyambut hadirnya event Euro 2012 yang digelar tidak berapa lama
lagi. Setelah puas mengambil gambar, kami berjalan perlahan2 kembali ke stasiun
Brussels Centraal, sambil keluar masuk toko2 suvenir, cokelat dan Belgium lace
yang bertebaran di jalan sekitar Grand Place. Kami juga sempat mencicipi
Belgian chocolate dan waffels yang terkenal itu. Hmmm...yummy! Sementara di
toko lace (sulaman khas Belgia) saya hanya bisa mengagumi lace2 halus yang
terpampang di etalase karena harganya cukup mahal..
 |
| City Hall |
 |
| Lukisan yang dijual di Grand Place |
 |
| Atomium |
 |
| Mini Europe |
Dari stasiun Brussels Centraal, kami menumpang metro menuju
Heysel, untuk mengunjungi Atomium dan Mini Europe. Atomium adalah bangunan
raksasa yang berbentuk ikatan atom2, dibangun pada tahun 1958 saat diadakan
event Brussels Expo, dengan maksud menyaingi Menara Eiffel di Paris. Bulatan
atom2 pada bangunan tersebut antara lain berisi restauran, display dan
observation deck. Kami tidak masuk ke dalam bangunan, cukup hanya berfoto
diluar saja. Lalu kami berjalan ke Mini Europe, atraksi wisata yang terletak
satu kompleks dengan Atomium. Taman ini berisi miniatur bangunan2 terkenal yang
ada di negara2 Uni Eropa seperti Menara Eiffel, Parliament House dengan Big
Bennya, Menara Pisa, dan lain2. Harga tiket masuknya 13,8 Euro/orang, jika
membeli combo ticket dengan Atomium
harganya 19,35 Euro. Setelah berkeliling, kami beristirahat sekaligus makan
siang di sebuah restoran cepat saji di Belgian Village yang terletak diluar
Mini Europe.
 |
| Catch the ball |
 |
| Menara Pisa di Mini Europe |
Setelah cukup beristirahat, kami kembali ke Brussels
Centraal. Tadinya Adit bermaksud mengajak kami ke Montgomery Park, tetapi
karena kami harus mengejar kereta ke Paris, rencana itu terpaksa dibatalkan.
Dari Brussels Centraal kami menuju stasiun Brussels Midi (atau Bruxelles Zuid
dalam bahasa Perancis)., tempat kereta Thalys menuju Paris diberangkatkan. Penumpang
kereta ternyata cukup padat, sehingga terkesan sempit. Walaupun begitu, masih
tetap terasa nyaman. Di Bruxelles Zuid kami berpisah dengan Adit, karena dia
tidak ikut ke Paris dan langsung kembali ke Antwerpen.
Perjalanan dengan bullet train Thalys berlangsung selama
kurang lebih 1 jam 23 menit. Karena lelah, saya sempat tertidur, dan baru
terbangun ketika kereta sudah hampir mendekati stasiun Gare du Nord, Paris.