Hari
ketiga, kami sudah memesan one day tour ke Stonehenge, Windsor Castle dan
Qxford. Pemesanan Evanevans Tour dilakukan secara online sejak dari Indonesia,
dengan harga 44 poundsterling perorang. Harga tersebut hanya untuk bus dan tour
leader, untuk tiket masuk Windsor Castle dan Stonehenge masih harus membayar
lagi on the spot, 20 pounds perorang, fiuhh...
Pagi-pagi sekali kami sudah
berangkat dengan menggunakan subway menuju Victoria Coach Station, meeting
point tempat bus akan berangkat. Terminal bus terbesar di London ini sangat
rapi dan bersih, dengan display yang cukup jelas dan informatif. Bus kami
berukuran cukup besar berkapasitas kurang lebih 40-an kursi dan semua kursi penuh
terisi. Hanya kami muka melayu yang tampak, yang lainnya bule-bule dari
berbagai bangsa dan usia. Natassja satu-satunya balita peserta tur, disamping
seorang anak perempuan berusia 12 tahun dari Amerika.
Tujuan pertama adalah Windsor
Castle, jaraknya kurang lebih 1 jam dari kota London. Di istana inilah Ratu
Elizabeth II lebih sering bermukim, tapi hari itu beliau sedang di London
karena menghadiri pemakaman mantan perdana mentri Margareth Thatcher. Dari
tempat parkir bus di Alexandra Park kami harus berjalan cukup jauh (dan
menanjak) untuk menuju istana, ditambah lagi antrian untuk masuk ternyata
lumayan panjang.
 |
| Windsor Castle |
 |
| Natassja at Alexandra Park |
Istana ini cukup luas, dengan banyak
bangunan yang sebagian diantaranya dibuka untuk umum, seperti St George Chapel,
Queen Mary’s doll house dan The State Apartments. Bangunan istana ini mirip
dengan gambaran istana di buku-buku dongeng, dengan dinding batu yang tinggi,
pintu-pintu kayu berukuran besar dan menara-menara yang tinggi menjulang. Hanya
ksatria berbaju zirah dan putri-putri bergaun panjang saja yang tidak tampak
disini J Sebagai panduan, tersedia audio tour
gratis di pintu masuk setelah pemeriksaan tiket dan barang bawaan. Kami hanya
berkeliling sebentar saja karena Natassja sudah cukup lelah, akhirnya sambil
menunggu peserta tur yang lain kami duduk-duduk di Alexandra Park sambil
mengudap fish and chips.
Tujuan selanjutnya adalah Stonehenge
di kawasan Wiltshire, dekat kota Salisbury. Monumen batu yang tersusun
melingkar ini berasal dari zaman prehistorik, kurang lebih 3000-2000 tahun
sebelum masehi. Fungsi dari susunan batu inipun belum jelas hingga saat ini.
Sebagian berpendapat bahwa tempat ini adalah semacam altar persembahan, ada
pula pendapat bahwa tempat ini adalah pemakaman, bahkan disebut sebagai tempat
penelitian astronomi di masa lalu. Wallahu alam, tetapi menurut saya masih
lebih magical dan indah peninggalan masa lalu di Indonesia seperti Candi
Borobudur atau candi lainnya J
 |
| Stonehenge |

Hanya kurang lebih 1 jam saja kami
berkeliling disini, selanjutnya kami menuju kota Oxford. Kota yang terkenal
dengan University of Oxford nya, salah satu perguruan tinggi terbaik di seluruh
dunia. Kota ini hanyalah sebuah kota kecil yang didominasi oleh
bagunan-bangunan indah dari masa lalu.
Sebagian besar bangunan di kota inipun adalah bagian dari University of
Oxford yang memiliki 37 colleges. Beberapa yang terkenal diantaranya adalah
Christ Church, Trinity, dan Pembroke. Christ Church College digunakan sebagai
lokasi shooting film Harry Potter, dimana dining hallnya disetting sebagai
Hogwarts School Great Hall. Beberapa bangunan terkenal lain diantaranya
Bodleian Library dan Radcliffe Camera. Beberapa bangunan dan college
memperbolehkan masyarakat umum untuk masuk, ada yang gratis adapula yang
memberlakukan tiket masuk. Melihat suasana kampus yang menyenangkan, bangunan
dan tempat-tempat yang indah membuat anak sulung saya Nadhif bermimpi kelak
akan melanjutkan pendidikannya disini. Aamiin... semoga keinginanmu bisa
terkabul, nak! J
 |
| Oxford City |
 |
| Bodleian Library |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar