Selasa, 22 Oktober 2013

KEUKENHOF,A PIECE OF HEAVEN ON EARTH

Taman bunga yang luas dan bukan main indahnya kini hadir di depan mata. Rasanya tak percaya. Taman yang selama ini hanya saya saksikan di gambar-gambar televisi, majalah dan internet bisa saya saksikan sendiri
 
welcome to Keukenhof
Kesempatan berkunjung  ke Keukenhof sudah pasti tidak akan saya lewatkan ketika kami sekeluarga berlibur ke Eropa pada musim semi tahun lalu. Bahkan taman ini langsung kami kunjungi di hari pertama kami menginjakkan kaki di benua Eropa. Tentu saja karena kami datang pada hari-hari terakhir taman ini dibuka untuk umum.
 Keukenhof terletak di kota kecil Lisse, sebelah barat daya Amsterdam. Dapat dicapai dengan menggunakan bus no 858 dari Schiphol Plaza. Harga tiket masuk dan bus pulang pergi adalah 21 Euro (tahun 2012). Sedangkan dari Amsterdam ke Schiphol Plaza dapat menggunakan kereta dari stasiun Amsterdam Centraal, atau bus Conexxion Express no 197 dari Leidseplein atau Museumplein.
Hamparan bunga warna warni sudah terlihat begitu saya turun dari bus di depan pintu masuk taman. Beberapa pot besar di dekat loket pembelian tiket berisi bunga tulip kuning dan oranye, sempat saya kira bunga plastik (!!) karena tidak yakin ada bunga yang warnanya seindah itu J
semula saya kira bunga plastik :p

 Walaupun sudah lewat masa full bloom, taman seluas 32 hektar ini tidak otomatis kehilangan keindahannya. Masih banyak tempat yang bisa membuat saya speechless dan hanya mampu berucap Subhanallah. Memang sudah banyak bagian yang bunganya sudah mulai layu, beberapa bagian malah sudah tak berbunga hanya menyisakan daun.
 Baru disinilah saya melihat bunga dalam berbagai macam warna: merah, putih, pink, oranye, kuning, biru, ungu, bahkan hitam. Tak terasa saya menitikkan air mata, merenungi kebesaran Allah SWT.
 “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, maka niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya” (An Nahl:18). Allahu Akbar.
warna warni menyegarkan mata, menyejukkan hati

 Di taman ini juga terdapat danau kecil yang dapat dikelilingi dengan berperahu sembari melewati ladang-ladang bunga yang sejauh mata memandang tampak pemandangan yang memanjakan mata. Taman juga ditata dalam beragam tema, dan untuk tahun 2012 theme countrynya adalah Poland, the heart of Europe.
 Perlu waktu seharian untuk menikmati taman ini. Dan persediaan memory kamera yan besar untuk mengabadikan keindahannya. Jika lelah, duduklah di kursi-kursi taman atau selonjoran di rumput, sambil menikmati buah strawberry yang juicy dan crunchy, atau waffel hangat dengan whipping cream yang yummy.

Sungguh suatu hari yang tak terlupakan!           

Rabu, 02 Oktober 2013

EUROPE TRIP: THE AMAZING SWITZERLAND - LUZERN AND MT. TITLIS



menunggu kereta di Gare de Lyon
Hari berikutnya kami sudah bersiap-siap untuk check out dan memulai perjalanan menuju Luzern, Swiss dengan menggunakan kereta. Kami berangkat dari stasiun Gare de Lyon, Paris, menggunakan bullet train TGV Lyria tujuan Basel, Swiss. Di Basel kami berganti kereta tujuan Lugano dan turun di Luzern. Perjalanan Paris – Basel memakan waktu kurang lebih 3,5 jam (berjarak kurang lebih 570 km). Di Basel kami sempat berkenalan dengan pasangan muda yang sedang backpacking honeymoon dari Jakarta, yang ternyata satu kereta dengan kami dari Paris. Dari Basel kami naik kereta lanjutan menuju Luzern selama kurang lebih 1 jam. Harga tiket kereta kelas 2 31 CHF/orang. 

Sesampai di Luzern Hbf (Hauftbahnhof, main station), kami berjalan kaki menuju Hotel Alpina, tempat kami akan menginap  yang terletak disamping stasiun. Triple room di hotel ini bertarif 185 CHF/malam, kamarnya cukup luas dan nyaman dengan 3 single bed, dan kamar mandi dengan shower (yang airnya sejuk sedingin es, tapi tersedia air hangat juga), tidak ber AC tapi memiliki jendela2 yang lebar dan bisa dibuka, dan termasuk breakfast.
Chapel Bridge and Water Tower
Kapelgasse

Sore itu cuaca cerah dan udara cukup hangat, setelah check in kamipun langsung keluar dan berjalan kaki menuju Lake Luzern yang hanya berjarak 200 m dari hotel. Kami menikmati udara sore dan pemandangan indah, dengan angsa2 yang berenang di danau. Kami terus berjalan melintasi Kapelbrucke (Chapel Bridge), sebuah jembatan kayu dengan lukisan2 bertema Kristen dan Wassertum (Water Tower) menuju kawasan kota tua yang dijadikan tempat perbelanjaan, Schwanenplatz dan Kapelgasse. Setelah puas berjalan2 disitu, kami kembali ke hotel melalui jalan memutar.
Indonesia di pertokoan di Pilatusstrat
Di kawasan Pilatusstraat, ada sebuah department store yang menata displaynya dengan tema Indonesia. Wow surprise! Untuk makan malam, kami membeli kebab di kedai pinggir jalan, yang harganya 9 CHF (Rp 90.000!). Mengenai harga, Swiss memang lebih mahal dibandingkan negara Eropa lainnya. Sebagai perbandingan, sebotol air mineral 500 ml di Belanda, Belgia atau Paris harganya 1-1,2 Euro (Rp 12.000 – Rp 14.000) sedangkan di Swiss harganya 3,2 CHF (Rp 32.000).

Keesokan paginya kami bersiap-siap untuk menuju Mt. Titlis. Dari Luzern Hbf kami naik kereta menuju Engelberg, dengan lama perjalanan kurang lebih 1 jam. Harga tiket kereta Luzern - Engelberg  adalah 32,8 CHF return. Pemandangan disepanjang jalan sungguh indah, gunung2 dan padang rumput hijau serta rumah2 pertanian dan desa2 kecil yang tampak damai. Sesampainya di stasiun Engelberg, kami langsung mengantri di counter tiket Titlis Rotair, gondola berputar yang membawa pengunjung ke puncak Mt. Titlis. Harga gondola 86 CHF/orang. Dari stasiun tersedia shuttle bus yang membawa kami sampai ke tempat gondola berada. Kami berjumpa lagi dengan pasangan honeymooner dari Jakarta yang kami jumpai sebelumnya, dan berbarengan dengan kami juga serombongan besar turis dari India yang heboh dan ramai luar biasa. Ternyata cukup banyak turis dari India yang berkunjung kesini, terbukti dengan adanya restoran India dan banner bergambar Shahrukh Khan dipuncak Mt. Titlis!
Beautiful village
sapi sapi berbaris

Pemandangan dari gondola yang membawa kami naik menuju puncak juga sangat luar biasa indah. Selain pemandangan desa Engelberg dari atas, juga lembah hijau dengan pertanian dan gunung2 yang puncaknya ditutupi salju. Mendekati puncak, pemandangan didominasi oleh warna putih salju. Subhanallah indahnya! Kami turun di puncak, dengan ketinggian 10.000 ft. Begitu keluar dari stasiun, udara dingin menerpa, bersamaan dengan hangatnya sinar matahari.  Di puncak kita dapat bermain di salju sepuasnya, berfoto, snowtubing di Glacier Park, masuk ke Glacier Cave. Saya perhatikan, turis2 yang bermain salju semuanya berwajah Asia, seperti India, Cina atau Melayu. Sementara bule2 yang tidak seberapa banyak itu datang ke Titlis untuk berolahraga ski. Mungkin bule2 itu sudah bosan dengansalju yang mereka jumpai setiap musim dingin . Di puncak juga ada toko souvenir dan studio foto jika ingin berfoto memakai pakaian tradisional Swiss, a la Heidi. Karena harganya mahal, kami jadi tidak berminat.
ketemu salju asli :)
dingiiin... 

Setelah lelah bermain, kamipun turun kembali ke tempat shuttle bus. Tunggu punya tunggu, shuttle busnya tidak juga datang. Akhirnya kamipun berjalan kaki menuju stasiun Engelberg yang tidak seberapa jauh. Sambil menikmati pemandangan desa yang indah dan sepi. Mungkin nikmat juga jika kita berlibur beberapa hari didesa itu, seperti refreshing untuk yang bosan dengan keramaian kota.

Tiba kembali di Luzern, setelah beristirahat sejenak di hotel kami pun berjalan kaki lagi menuju bagian kota yang belum kami kunjungi. Tujuan kami adalah Denkmalstrasse, tempat Lion Monument berada. Pahatan berbentuk singa mati (dying lion) di dinding batu ini dibuat di abad ke 18 untuk menghormati tentara Swiss yang tewas saat revolusi Perancis. Sekarang, monumen ini menjadi landmark kota Luzern bersama dengan Kapelbrucke (Chapel Bridge). Disebelah monumen ini terdapat Gletschergarten, taman arkeologi. Sayang sekali taman itu sudah tutup ketika kami sampai disana, karena sudah sore. Dari Lion Monument, kami berjalan kembali ke kawasan Kapelgasse untuk berbelanja souvenir dikawasan tersebut. Jam tangan dan army knife yang terkenal sebagai buah tangana dari Swiss ternyata harganya masih sangat mahal untuk ukuran orang Indonesia...
Lion Monument
Lake Luzern

Akhirnya, selesai sudah liburan kami di Eropa. Sungguh sangat berkesan, walaupun rasanya sangat kurang mengingat banyak tempat yang terpaksa kami lewatkan. Kami pulang melalui Zurich Airport, transit di Singapura. Mudah2an, suatu saat kami mendapat kesempatan lagi untuk mengunjungi Eropa..