Senin, 25 November 2013

2N GOES TO UK: LIVERPOOL DAY 5 AND 6

Keesokan harinya, pukul 9 pagi kami sudah check out, dan dengan menggunakan underground kami menuju London Euston train station. Hari ini kami akan melanjutkan perjalanan menuju Liverpool dengan menggunakan kereta. Kami mendapatkan tiket return Virgin Trains first class secara online dengan harga 77 pounds perorang. Natassja yang berusia dibawah 4 tahun masih free of charge.

Virgin Trains, first class

            Perjalanan ke Liverpool memakan waktu hampir 2,5 jam. Sepanjang perjalanan pemandangan yang tampak adalah padang rumput luas, desa-desa khas Inggris yang cantik dan kota-kota kecil yang tenang. Kami tiba di Liverpool Limestreet Station setelah lewat tengah hari, dan setelah menikmati light meal sebagai makan siang di salah satu coffee shop di stasiun, kami menuju hotel dengan berjalan kaki.

Welcome to Liverpool
            Adagio, hotel yang kami tempati terletak di Fairclough Street, sangat strategis karena berada di jalan antara stasiun Limestreet dan Albert Docks, salah satu must to see place di Liverpool. Selain itu di depannya terdapat kompleks perbelanjaan Liverpool One, berupa pedestrian dengan banyak toko-toko berjejer dipinggirnya. Adagio merupakan hotel baru yang berbentuk apartemen dengan satu kamar tidur dan sofa bed di living room nya sehingga cukup memadai untuk kami. Karena hotel baru, kami mendapatkan harga promo yang cukup miring.

  Karena masih baru pula, peralatan dapurnya cukup lengkap, bersih dan kinclong. Dengan peralatan dapur yang cukup lengkap seperti itu, saya bisa memasak untuk mengirit biaya makan. Belanja di Tesco supermarket senilai 17 pounds sudah bisa mendapatkan beras, telur, ikan dan sayuran juga susu yang cukup untuk 2 hari! Kalau makan diluar, uang 17 pounds hanya cukup  untuk membeli 3 porsi nasi goreng. Untuk pengiritan makan, di sore hari saat toko-toko hampir tutup, banyak bakery yang banting harga menjual makanan mereka yang belum laku. Misalnya Gregg’s yang menjual donat seharga 1 pound per 5 potong atau danish 1 pound/potong, lumayan kan...

Albert Docks di sore hari
The Beatles Story

Setelah check in dan beristirahat sejenak, sore itu kami habiskan dengan jalan-jalan ke Albert Docks, menikmati udara laut dan berfoto di depan The Beatles Story, museum The Beatles yang sudah tutup. Kami bermaksud mengunjunginya keesokan harinya.

Udara yang sangat dingin membangunkan kami keesokan paginya. Saya lihat di acara berita, pagi itu suhu hanya 1 derajat Celcius. Wow! Kami menunggu agak siang untuk keluar hotel karena cuaca terlalu dingin untuk ukuran kami. Menjelang pukul 9, suhu udara naik menjadi 12 derajat Celcius, ‘cukup aman’ untuk jalan-jalan.

Anfield Stadium
inside the stadium

Tujuan utama kami hari ini adalah Anfield Stadium, markas klub sepakbola English Premier League, Liverpool FC. Sebagai Liverpudlian sejati, ini adalah saat yang dimimpikan oleh suami saya sejak lama. Sebetulnya pada awalnya suami saya berniat untuk menonton penampilan Steven Gerrard cs di Anfield, sayangnya terjadi kekeliruan. Menurut suami saya biasanya Liverpool FC selalu bertanding di kandangnya pada hari minggu, tapi ketika menyusun itinerary saya membaca di website resminya pertandingan Liverpool FC melawan Chelsea akan berlangsung hari sabtu. Jadi itinerary kami buat sampai hari minggu (sabtu nonton pertandingan, minggu pagi pulang). Apa daya setelah semua tiket fixed dan suami saya membuka kembali website Liverpool FC, tercantum bahwa pertandingannya dilangsungkan hari minggu! Merubah tanggal kepulangan tentu menambah biaya lagi, apalagi Nadhif anak sulung saya sudah membolos 3 hari untuk acara liburan ke Inggris ini. Walaupun kecewa, akhirnya suami saya dapat menerima dan menghibur diri, berarti saya harus kembali lagi kesini suatu saat, hanya untuk menonton pertandingan! J Jadi, hari itu kami hanya mengikuti mini stadium tour, masuk ke museum dan berbelanja di merchandise store nya.

Dream comes true

Semula saya membayangkan Anfield stadium sebesar Gelora Bung Karno di Senayan. Betapa herannya saya, ternyata stadion milik salah satu klub bergengsi di liga Inggris ini ternyata hanya kecil saja. Halamannya tidak terlalu luas, lapangan parkirnya pun secukupnya saja. Stadionnya hanya berkapasitas kurang lebih ... penonton. Bahkan stadion Gajayana di Malang kelihatannya lebih besar. Menurut suami saya, rata-rata markas klub sepak bola di Inggris memang seperti di Anfield ini.

Tapi jangan tanya kualitas lapangannya. Walaupun kecil, rumputnya sangat rapi dan dirawat secara khusus. Semua kursi penonton dalam kondisi baik, stadion bersih luar-dalam. Museumnya cukup menarik dan lengkap memuat sejarah klub ini, termasuk memajang semua piala yang pernah dimenangkan, profil para pemain legendaris dan juga jersey klub ini dari masa ke masa. Suami saya kegirangan seperti anak kecil yang bermain dengan mainan kesayangannya. Semua dilihat, semua difoto, dan menghabiskan waktu lama (dan uang :D ) di merchandise storenya. Hehehe, saya memaklumi saja, namanya juga cinta beraaat..

Ketika sudah puas berkeliling Anfield, hari sudah beranjak siang. Kami pulang dulu ke hotel untuk beristirahat sejenak dan makan siang. Setelah itu kami kembali menuju Albert Docks untuk mengunjungi Museum The Beatles. Sayang sekali ketika kami tiba disana antrian sudah panjang mengular sampai ke trotoar jalan. Akhirnya kami putuskan untuk tidak jadi masuk, karena takut Natassja bosan harus menunggu lama. Akhirnya kami menghabiskan sore di Liverpool One, kawasan perbelanjaan luas yang berupa pedestrian dengan berbagai macam toko dan restaurant.  Karena toko-toko disini tutup pada pukul 6 sore, maka kami tidak berlama-lama disini. Apalagi kami harus packing karena sudah harus pulang keesokan paginya.
Liverpool Limestreet Station, ready to leave UK
Virgin Trains

Keesokan paginya kami sudah check out pukul 7 pagi. Mendorong koper menuju Liverpool Limestreet Station, naik kereta pukul 8.20 kembali ke London. Dari London Euston Station, kami naik underground Northern Line ke Leicester Square, untuk berganti underground Picadilly Line ke Heathrow. Saat kami tiba di Heathrow, masih ada waktu 2,5 jam dari waktu keberangkatan pesawat, saya pikir cukup waktu untuk check in, pemeriksaan hand carry, imigrasi dan cuci mata di duty free store . Apa boleh buat, ternyata antrian pemeriksaan hand carry sangat panjang, dan saya juga kelupaan tidak mengeluarkan benda berbentuk cairan yang saya bawa (susu, obat-obatan) dari ransel saya. Akibatnya, ransel saya dibongkar dan diperiksa satu persatu isinya oleh petugas. Bahkan susu milik anak saya harus saya minum sedikit di depan petugas, sebagai bukti bahwa saya tidak membawa makanan beracun (hehehe..) Saya perhatikan memang semua penumpang yang membawa makanan harus membuka dan memakannya sedikit di depan petugas.

Semua pemeriksaan ini memakan waktu 1,5 jam akibatnya saya tidak sempat lagi melirik duty free store, padahal saya ingin sekali ke Harrods. Kami berjalan cepat untuk mencari gate keberangkatan. Setelah duduk dan rasa lelah hilang, barulah teringat bahwa kita tidak melalui loket imigrasi! Ternyata memang di Heathrow tidak ada pengecekan imigrasi di gerbang keberangkatan.  Aneh juga ya. Padahal saya perkirakan akan mengantri juga di loket imigrasi. Tidak tahu juga kenapa seperti itu. Untung juga sih, bayangkan kalau kami masih harus antri di loket imigrasi, bisa-bisa kami ketinggalan pesawat!

Tidak lama kemudian, panggilan untuk boarding terdengar. Pesawat Etihad London-Jakarta yang kami tumpangi ternyata cukup kosong sehingga masing-masing bisa tidur dengan selonjor. Sedangkan untuk Abu Dhabi-Jakarta pesawat penuh karena banyak rombongan pulang umroh.

Selesai sudah liburan kami di Inggris dengan meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Apalagi kami ‘sukses’ membawa batita traveling jarak jauh, Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat, bahkan Natassja pun hampir-hampir tak pernah rewel dan menikmati perjalanan. Sampai saat  ini dia masih ingat dan bisa bercerita tentang liburannya ke ‘Inggit’ (sebutan dia untuk Inggris). Seperti biasa, waktu liburan selalu terasa kurang dan ada keinginan untuk kembali lagi ke Inggris suatu saat nanti karena masih banyak tempat yang luput belum dikunjungi....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar