Bak magnet,
ibukota negara Perancis ini sukses menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya.
Paris pasti menjadi salah satu destinasi tujuan wisatawan Indonesia yang
berlibur ke Eropa Barat. Tidak afdol rasanya kalau sudah ke Eropa tapi tidak
menginjak Paris.
Demikian
pula dengan saya. Ketika berkesempatan traveling ke Eropa Barat bersama
keluarga di musim semi yang lalu, Paris masuk kedalam agenda kami. Kami
meluangkan waktu 2,5 hari di kota ini. Bahkan karena terobsesi dengan Menara
Eiffel, saya memilih hotel yang cukup dekat dengan icon paling top di Paris
itu, walaupun harga kamarnya sangat menguras kantong. Yang penting saya bisa bolak-balik mengunjungi Menara
Eiffel.
| Tujuan Impian |
2,5
hari ternyata tidak cukup untuk menjelajahi icon-icon wisata di kota ini,
apalagi saya harus berkompromi dengan anak yang juga ingin mengunjungi
Disneyland (perlu waktu seharian untuk menjelajahi Disneyland sampai puas).
Dengan itinerary yang agak ketat, bisa juga kami mengunjungi cukup banyak
highlight place, walaupun hanya sebentar-sebentar.
| Champs de Mars dari lantai 2 Menara Eiffel |
Rasanya seperti mimpi melihat
Menara Eiffel yang menjulang dengan mata kepala saya sendiri. Walaupun dengan
puncaknya yang tertutup kabut, ia tetap terlihat cantik dan anggun. Entah
berapa shoot yang saya habiskan untuk berfoto disini. Kamipun ikhlas mengantri
dibawah siraman hujan untuk naik ke lantai 2 dengan menggunakan tangga. Ada dua
pilihan untuk naik, ke lantai 2 dengan menggunakan tangga atau lift, dan ke
puncak dengan menggunakan lift. Kami memilih opsi termurah tetapi paling pendek
antriannya, yaitu naik tangga ke lantai 2. Sedangkan antrian untuk naik lift
sudah seperti ular naga panjangnya.
Ternyata
pemandangan dari lantai dua sudah cukup cantik. Mungkin kalau saat itu kami
naik sampai puncak malah tidak dapat melihat pemandangan, karena puncak Eiffel
sedang diselimuti kabut. Dari atas, tampak taman Champs de Mars yang memisahkan
Menara Eiffel dengan gedung Ecole Militaire. Pohon-pohonnya yang dibentuk
geometris seperti kubus, kerucut, tampak lebih cantik jika dilihat dari
ketinggian. Disisi lain terlihat pula Sungai Seine yang membelah kota Paris dan
taman Trocadero diseberangnya.
Selain
Menara Eiffel, kami juga mengunjungi Gereja Notre Dame, Museum Louvre dan Taman
Tuilleries disebelahnya, Opera, Place de La Concorde, Arc de Triomphe, dan
tentu saja jalan yang rasanya paling beken sedunia, Avenue de Champs Elysees.
Tidak hanya tempat-tempat ngetop tersebut, Paris dipenuhi tempat-tempat yang
sangat indah, baik itu berupa gedung, taman, bahkan jembatan . Jembatan Pont
Alexandre III misalnya. Tampak begitu megah dan indah dengan patung-patung
berwarna emas. Belakangan saya baru tahu kalau jembatan ini mendapat julukan
jembatan terindah didunia. Pantas saja!
| Arc de Triomphe |
Belanja,
tentu saja kegiatan yang pantang dilewatkan apabila kita berada di pusat mode
dunia ini. Butik-butik premium bertebaran di Avenue de Champs Elysees dan
jalan-jalan disekitarnya seperti Avenue de Montagne. Saya hanya cukup menelan
ludah dan cuci mata saja disini karena harganya tak terjangkau kantong. Selain
itu saya juga mengintip departement store andalan orang Indonesia, Galleries
Lafayette dan Printemps yang terletak di Boulevard Haussman, dekat gedung
Opera. Tapi yang paling menarik tentu saja factory outlet yang terletak sedikit
diluar kota Paris, dekat Disneyland tepatnya, yaitu La Valee Shopping Outlet.
Berbagai merk-merk top keluaran Perancis membuka outlet disini, menjual barang-barang
yang sudah out of season dengan potongan harga fantastis, sampai 70%. Asal tahu
saja, barang-barang yang out of season di Paris ternyata adalah barang-barang
yang belum keluar di butik-butik mereka di Jakarta! Jadi, selamat kalap!
Waktu
2,5 hari berlalu tanpa terasa, kami harus meninggalkan kota yang indah ini
menuju ke tujuan kami selanjutnya. Tampaknya Paris masih harus masuk list ‘1000
places to see before you die’ versi saya karena saya masih belum puas.
(Dimuat di Rubrik Eksotika Radar Malang, 22 April 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar