Kamis, 09 Mei 2013

PARIS : TETAP CANTIK WALAU BERSELIMUT KABUT


 Bak magnet, ibukota negara Perancis ini sukses menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. Paris pasti menjadi salah satu destinasi tujuan wisatawan Indonesia yang berlibur ke Eropa Barat. Tidak afdol rasanya kalau sudah ke Eropa tapi tidak menginjak Paris.
            Demikian pula dengan saya. Ketika berkesempatan traveling ke Eropa Barat bersama keluarga di musim semi yang lalu, Paris masuk kedalam agenda kami. Kami meluangkan waktu 2,5 hari di kota ini. Bahkan karena terobsesi dengan Menara Eiffel, saya memilih hotel yang cukup dekat dengan icon paling top di Paris itu, walaupun harga kamarnya sangat menguras kantong. Yang penting  saya bisa bolak-balik mengunjungi Menara Eiffel.
           
Tujuan Impian
Meskipun saat kami tiba di sore hari itu matahari bersinar cerah dan udara cukup hangat, tapi selama 2 hari berikutnya matahari seperti enggan bersahabat. Mendung terus menggantung, bahkan di hari pertama hujan terus mengguyur kota seharian, udara berkabut dan angin berhembus cukup kencang membawa dingin yang menusuk tulang. Tetapi hal itu tentu saja tidak mengusik semangat saya untuk menjelajahi kota impian. Bersenjatakan payung dan pakaian berlapis-lapis, kami siap berkeliling kota. Apalagi, Paris tetap cantik walaupun berselubung kabut dan berhias rinai hujan.
            2,5 hari ternyata tidak cukup untuk menjelajahi icon-icon wisata di kota ini, apalagi saya harus berkompromi dengan anak yang juga ingin mengunjungi Disneyland (perlu waktu seharian untuk menjelajahi Disneyland sampai puas). Dengan itinerary yang agak ketat, bisa juga kami mengunjungi cukup banyak highlight place, walaupun hanya sebentar-sebentar.   
   
Champs de Mars dari lantai 2 Menara Eiffel
Rasanya seperti mimpi melihat Menara Eiffel yang menjulang dengan mata kepala saya sendiri. Walaupun dengan puncaknya yang tertutup kabut, ia tetap terlihat cantik dan anggun. Entah berapa shoot yang saya habiskan untuk berfoto disini. Kamipun ikhlas mengantri dibawah siraman hujan untuk naik ke lantai 2 dengan menggunakan tangga. Ada dua pilihan untuk naik, ke lantai 2 dengan menggunakan tangga atau lift, dan ke puncak dengan menggunakan lift. Kami memilih opsi termurah tetapi paling pendek antriannya, yaitu naik tangga ke lantai 2. Sedangkan antrian untuk naik lift sudah seperti ular naga panjangnya.
            Ternyata pemandangan dari lantai dua sudah cukup cantik. Mungkin kalau saat itu kami naik sampai puncak malah tidak dapat melihat pemandangan, karena puncak Eiffel sedang diselimuti kabut. Dari atas, tampak taman Champs de Mars yang memisahkan Menara Eiffel dengan gedung Ecole Militaire. Pohon-pohonnya yang dibentuk geometris seperti kubus, kerucut, tampak lebih cantik jika dilihat dari ketinggian. Disisi lain terlihat pula Sungai Seine yang membelah kota Paris dan taman Trocadero diseberangnya.
            Selain Menara Eiffel, kami juga mengunjungi Gereja Notre Dame, Museum Louvre dan Taman Tuilleries disebelahnya, Opera, Place de La Concorde, Arc de Triomphe, dan tentu saja jalan yang rasanya paling beken sedunia, Avenue de Champs Elysees. Tidak hanya tempat-tempat ngetop tersebut, Paris dipenuhi tempat-tempat yang sangat indah, baik itu berupa gedung, taman, bahkan jembatan . Jembatan Pont Alexandre III misalnya. Tampak begitu megah dan indah dengan patung-patung berwarna emas. Belakangan saya baru tahu kalau jembatan ini mendapat julukan jembatan terindah didunia. Pantas saja!
Arc de Triomphe
            Belanja, tentu saja kegiatan yang pantang dilewatkan apabila kita berada di pusat mode dunia ini. Butik-butik premium bertebaran di Avenue de Champs Elysees dan jalan-jalan disekitarnya seperti Avenue de Montagne. Saya hanya cukup menelan ludah dan cuci mata saja disini karena harganya tak terjangkau kantong. Selain itu saya juga mengintip departement store andalan orang Indonesia, Galleries Lafayette dan Printemps yang terletak di Boulevard Haussman, dekat gedung Opera. Tapi yang paling menarik tentu saja factory outlet yang terletak sedikit diluar kota Paris, dekat Disneyland tepatnya, yaitu La Valee Shopping Outlet. Berbagai merk-merk top keluaran Perancis membuka outlet disini, menjual barang-barang yang sudah out of season dengan potongan harga fantastis, sampai 70%. Asal tahu saja, barang-barang yang out of season di Paris ternyata adalah barang-barang yang belum keluar di butik-butik mereka di Jakarta! Jadi, selamat kalap!
            Waktu 2,5 hari berlalu tanpa terasa, kami harus meninggalkan kota yang indah ini menuju ke tujuan kami selanjutnya. Tampaknya Paris masih harus masuk list ‘1000 places to see before you die’ versi saya karena saya masih belum puas.

(Dimuat di Rubrik Eksotika Radar Malang, 22 April 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar