Kamis, 09 Mei 2013

PARIS : PUNYA COPET DAN PENIPU JUGA


Seringkali saya sering lupa, menganggap kota-kota di negara maju adalah tempat yang aman, sehingga kadang saya lalai dan tidak bersikap waspada. Ternyata di kota seperti Paris ini pun ada juga penipu dan pencopet seperti di Indonesia, walaupun mungkin kejadiannya lebih sedikit dibandingkan di negara-negara dunia ketiga.
            Hal ini saya alami ketika sedang berjalan menuju Museum Louvre dari tempat pemberhentian bus. Tiba-tiba saya dihadang beberapa gadis ABG yang tampaknya adalah penduduk imigran. Mereka menyodorkan selembar kertas ke tangan saya sembari berbicara menggunakan bahasa isyarat. Ternyata kertas itu berkop ‘International Association of the Deaf and Mute’ dan berisi ‘daftar penyumbang’. Sempat terdengar di belakang saya seorang wanita bergumam ‘no sign...no sign..’ maksudnya memperingatkan supaya saya tidak menanda tangani kertas tersebut dan memberi uang. Tapi terlambat, saya sudah dikerubuti oleh mereka, akhirnya terpaksa selembar 10 Euro pun melayang.
           
Musee de Louvre
Benar saja, saat saya kembali ke halte setelah berjalan-jalan di Museum Louvre, mereka masih berkumpul disana. Ketika terdengar sirene mobil polisi patroli yang lewat dan akan merazia, mereka lari lintang pukang sambil berteriak-teriak dengan bahasa ibu mereka. Ternyata mereka sama sekali tidak tuli atau bisu!
            Kalau copet, syukurlah saya tidak sampai mengalaminya. Tetapi saya pernah mendengar cerita seorang ibu, turis dari Indonesia yang dicopet di salah satu ikon wisata, dan kehilangan dompet berisi uang ribuan Euro! Jadi, dimanapun kita berada, tetaplah waspada karena kejahatan selalu ada disekitar kita, apalagi jika kita turut ‘menciptakan’ kesempatan untuk terjadinya kejahatan.

(Dimuat di rubrik Eksotika Radar Malang 22 April 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar