Seringkali saya sering lupa, menganggap kota-kota di
negara maju adalah tempat yang aman, sehingga kadang saya lalai dan tidak
bersikap waspada. Ternyata di kota seperti Paris ini pun ada juga penipu dan
pencopet seperti di Indonesia, walaupun mungkin kejadiannya lebih sedikit
dibandingkan di negara-negara dunia ketiga.
Hal
ini saya alami ketika sedang berjalan menuju Museum Louvre dari tempat
pemberhentian bus. Tiba-tiba saya dihadang beberapa gadis ABG yang tampaknya
adalah penduduk imigran. Mereka menyodorkan selembar kertas ke tangan saya
sembari berbicara menggunakan bahasa isyarat. Ternyata kertas itu berkop
‘International Association of the Deaf and Mute’ dan berisi ‘daftar
penyumbang’. Sempat terdengar di belakang saya seorang wanita bergumam ‘no
sign...no sign..’ maksudnya memperingatkan supaya saya tidak menanda tangani
kertas tersebut dan memberi uang. Tapi terlambat, saya sudah dikerubuti oleh
mereka, akhirnya terpaksa selembar 10 Euro pun melayang.
| Musee de Louvre |
Kalau
copet, syukurlah saya tidak sampai mengalaminya. Tetapi saya pernah mendengar
cerita seorang ibu, turis dari Indonesia yang dicopet di salah satu ikon
wisata, dan kehilangan dompet berisi uang ribuan Euro! Jadi, dimanapun kita
berada, tetaplah waspada karena kejahatan selalu ada disekitar kita, apalagi
jika kita turut ‘menciptakan’ kesempatan untuk terjadinya kejahatan.
(Dimuat di rubrik Eksotika Radar Malang 22 April 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar