| menunggu kereta di Gare de Lyon |
Sesampai di Luzern
Hbf (Hauftbahnhof, main station), kami berjalan kaki menuju Hotel Alpina,
tempat kami akan menginap yang terletak
disamping stasiun. Triple room di hotel ini bertarif 185 CHF/malam, kamarnya
cukup luas dan nyaman dengan 3 single bed, dan kamar mandi dengan shower (yang
airnya sejuk sedingin es, tapi tersedia air hangat juga), tidak ber AC tapi
memiliki jendela2 yang lebar dan bisa dibuka, dan termasuk breakfast.
Sore itu cuaca cerah dan udara cukup hangat, setelah check in
kamipun langsung keluar dan berjalan kaki menuju Lake Luzern yang hanya
berjarak 200 m dari hotel. Kami menikmati udara sore dan pemandangan indah,
dengan angsa2 yang berenang di danau. Kami terus berjalan melintasi Kapelbrucke
(Chapel Bridge), sebuah jembatan kayu dengan lukisan2 bertema Kristen dan
Wassertum (Water Tower) menuju kawasan kota tua yang dijadikan tempat
perbelanjaan, Schwanenplatz dan Kapelgasse. Setelah puas berjalan2 disitu, kami
kembali ke hotel melalui jalan memutar.
Di kawasan Pilatusstraat, ada sebuah
department store yang menata displaynya dengan tema Indonesia. Wow surprise!
Untuk makan malam, kami membeli kebab di kedai pinggir jalan, yang harganya 9
CHF (Rp 90.000!). Mengenai harga, Swiss memang lebih mahal dibandingkan negara
Eropa lainnya. Sebagai perbandingan, sebotol air mineral 500 ml di Belanda,
Belgia atau Paris harganya 1-1,2 Euro (Rp 12.000 – Rp 14.000) sedangkan di
Swiss harganya 3,2 CHF (Rp 32.000).
| Indonesia di pertokoan di Pilatusstrat |
Keesokan paginya kami bersiap-siap untuk menuju Mt. Titlis.
Dari Luzern Hbf kami naik kereta menuju Engelberg, dengan lama perjalanan
kurang lebih 1 jam. Harga tiket kereta Luzern - Engelberg adalah 32,8 CHF return. Pemandangan
disepanjang jalan sungguh indah, gunung2 dan padang rumput hijau serta rumah2
pertanian dan desa2 kecil yang tampak damai. Sesampainya di stasiun Engelberg,
kami langsung mengantri di counter tiket Titlis Rotair, gondola berputar yang
membawa pengunjung ke puncak Mt. Titlis. Harga gondola 86 CHF/orang. Dari
stasiun tersedia shuttle bus yang membawa kami sampai ke tempat gondola berada.
Kami berjumpa lagi dengan pasangan honeymooner dari Jakarta yang kami jumpai
sebelumnya, dan berbarengan dengan kami juga serombongan besar turis dari India
yang heboh dan ramai luar biasa. Ternyata cukup banyak turis dari India yang
berkunjung kesini, terbukti dengan adanya restoran India dan banner bergambar
Shahrukh Khan dipuncak Mt. Titlis!
Pemandangan dari gondola yang membawa kami naik menuju puncak
juga sangat luar biasa indah. Selain pemandangan desa Engelberg dari atas, juga
lembah hijau dengan pertanian dan gunung2 yang puncaknya ditutupi salju.
Mendekati puncak, pemandangan didominasi oleh warna putih salju. Subhanallah
indahnya! Kami turun di puncak, dengan ketinggian 10.000 ft. Begitu keluar dari
stasiun, udara dingin menerpa, bersamaan dengan hangatnya sinar matahari. Di puncak kita dapat bermain di salju
sepuasnya, berfoto, snowtubing di Glacier Park, masuk ke Glacier Cave. Saya
perhatikan, turis2 yang bermain salju semuanya berwajah Asia, seperti India,
Cina atau Melayu. Sementara bule2 yang tidak seberapa banyak itu datang ke
Titlis untuk berolahraga ski. Mungkin bule2 itu sudah bosan dengansalju yang
mereka jumpai setiap musim dingin .
Di puncak juga ada toko souvenir dan studio foto jika ingin berfoto memakai
pakaian tradisional Swiss, a la Heidi. Karena harganya mahal, kami jadi tidak
berminat.
Setelah lelah bermain, kamipun turun kembali ke tempat
shuttle bus. Tunggu punya tunggu, shuttle busnya tidak juga datang. Akhirnya
kamipun berjalan kaki menuju stasiun Engelberg yang tidak seberapa jauh. Sambil
menikmati pemandangan desa yang indah dan sepi. Mungkin nikmat juga jika kita
berlibur beberapa hari didesa itu, seperti refreshing untuk yang bosan dengan
keramaian kota.
Tiba kembali di Luzern, setelah beristirahat sejenak di hotel
kami pun berjalan kaki lagi menuju bagian kota yang belum kami kunjungi. Tujuan
kami adalah Denkmalstrasse, tempat Lion Monument berada. Pahatan berbentuk
singa mati (dying lion) di dinding batu ini dibuat di abad ke 18 untuk
menghormati tentara Swiss yang tewas saat revolusi Perancis. Sekarang, monumen
ini menjadi landmark kota Luzern bersama dengan Kapelbrucke (Chapel Bridge).
Disebelah monumen ini terdapat Gletschergarten, taman arkeologi. Sayang sekali
taman itu sudah tutup ketika kami sampai disana, karena sudah sore. Dari Lion
Monument, kami berjalan kembali ke kawasan Kapelgasse untuk berbelanja souvenir
dikawasan tersebut. Jam tangan dan army knife yang terkenal sebagai buah
tangana dari Swiss ternyata harganya masih sangat mahal untuk ukuran orang
Indonesia...
Akhirnya, selesai sudah liburan kami di Eropa. Sungguh sangat
berkesan, walaupun rasanya sangat kurang mengingat banyak tempat yang terpaksa
kami lewatkan. Kami pulang melalui Zurich Airport, transit di Singapura.
Mudah2an, suatu saat kami mendapat kesempatan lagi untuk mengunjungi Eropa..
halo, saya mau tanya, untuk snowtubing di Glacier Park itu bayar tidak ya? terimakasih
BalasHapus