Rabu, 11 Juli 2012

AKU DAN JALAN-JALAN


Asli, aku suka banget jalan-jalan. Kemana aja, dalam negeri, luar negeri, melihat tempat-tempat baru yang berbeda dengan keseharianku. Adrenalinku melonjak kalau udah berencana traveling. Beberapa bulan sebelumnya udah heboh browsing, nyusun rencana ini itu. Apalagi pas tiba D day nya, perasaan campur aduk antara senang dan waswas pengalaman baru apa yang akan didapat. This far, ngga ada perjalanan travelingku yang mengecewakan. Semuanya menyenangkan makanya jadi kecanduan pingin lagi dan lagi.

Ngga jelas mulai kapan aku senang traveling, tapi di masa kecilku dulu aku ingat pernah baca cerita tentang anak2 yang punya karakter tertentu menurut hari lahirnya. Nah, anak yang lahir hari kamis, hari lahirku,  ditakdirkan untuk banyak melakukan perjalanan dalam hidupnya. Believe it or not, it is proven in my life. Lahir di Bandung, besar di Jakarta, kuliah di Semarang, pernah tinggal di 3 kota berbeda di Bali, Singaraja, Tabanan dan Denpasar, kembali ke Jakarta, bolak balik ke Jogjakarta untuk menyelesaikan sekolah, dan sekarang tinggal di Malang. Tinggal di banyak kota memberi aku banyak banget pengalaman baru, membuat aku mengenal banyak kebiasaan, bahasa dan budaya: it’s very exciting. Aku sangat bersyukur bisa punya pengalaman ini. Someday, pingin juga ngerasain tinggal di luar negeri. Who knows?

Aku ngga teringat jelas pengalaman jalan-jalanku dimasa kecil, yang pasti sih obyek wisata kota Bandung dan Jakarta sudah khatam waktu itu. Traveling ke Jakarta naik mobil atau kereta api bersama ortu dan adik2. Kalau ke Jakarta naik mobil, biasanya kami meminjam mobil taft milik kantor ibuku, lalu dilantai belakang mobil digelar kasur. Aku dan kedua adikku duduk dikasur itu, sambil makan, bercanda atau tidur. Lucu dan seru juga kalau diingat. Paling jauh, pernah jalan2 keliling Jawa Bali pakai bus travel.

Setelah kuliah di Semarang, hobi jalan2ku semakin menjadi. Bulan pertama, bersama seorang teman yang sama2 dari Jakarta, Nae, aku naik turun berbagai bus dan angkot keliling kota Semarang setiap pulang kuliah. Tujuannya cuma ingin tahu seluk beluk kota dan hal-hal apa yang menarik. Akhir semester pertama mulai akrab dengan teman2 lain, dan mulailah petualanganku berkunjung ke kota2 di Jawa Tengah. Hampir semua kota sudah aku kunjungi: Kudus, Jepara, Pati, Blora, Kendal, Pekalongan, Batang,Tegal, Purwokerto, Cilacap, Wonosobo, Salatiga, Ungaran, Klaten, Jogja, Solo..Semuanya memanfaatkan azas pertemanan (alias numpang nginap di rumah teman). Apalagi ada temanku, Novita yang ayahnya bekerja di dinas pariwisata, dengan baik hatinya mengantar mahasiswa2 modal dengkul ini keluar masuk tempat wisata...for free alias gratis! Selain itu, aku aktif ikut berbagai kegiatan, seperti remaja masjid, senat, pengobatan dan sunatan masal, supaya bisa ikut sesi jalan2nya...

Waktu kuliah kereta api senja utama Jakarta-Semarang jadi kawan akrabku. Sampai tahu trik2nya bisa tidur enak di kereta. Ngga ada capek ngga ada susah, semua terasa enak, walaupun pernah naik kereta gelap gulita atau duduk di selasar/gang karena ngga dapat tiket duduk.Pernah juga turun kereta dulu lalu disambung bus atau angkot karena keretanya anjlok. Kelak waktu udah bekerja aku lagi2 akrab dengan kereta api parahyangan Jakarta-Bandung setiap jumat selama dua tahun nengok anakku yang ikut ortuku di Bandung. Saking sudah terbiasa naik kereta (dan capek juga karena baru pulang kerja) seringkali aku masih lelap tidur waktu kereta sudah sampai Bandung, jadi harus dibangunkan sama sesama penumpang, he..he..Kenalanku juga lumayan banyak, karena penumpang kereta Jumat sore dari Jakarta dan Senin pagi dari Bandung orangnya relatif sama. Pernah juga genjrang genjreng main gitar sambil nyanyi2 sama seorang mahasiswa yang mau pulang kampung juga, ha..ha..Naik kereta api paling capek waktu aku bawa anakku yang masih bayi (umur 40 hari) naik bus nyambung kereta dari Singaraja sampai Jakarta selama 26 jam. Alhamdulillah anakku sehat dan baik2 saja sampai di Jakarta, walaupun sempat nangis heboh waktu ganti kereta di Surabaya.

Sedangkan pengalamanku naik bus ‘ditempa’ waktu aku tinggal di Bali. Untuk menghemat biaya, seringkali aku pulang ke Jakarta naik bus yang memakan waktu sampai 27 jam lamanya. Banyak teman dan pengalaman juga yang aku dapat waktu itu. Pengalaman yang paling mendebarkan tentu saja waktu harus naik bus ke Semarang sendirian, dalam kondisi hamil (meski hamil muda). Mual2 dan muntah di awal perjalanan, untung aja membaik waktu mencium udara laut diatas ferry penyeberangan Gilimanuk-Banyuwangi.

Aku juga ingat pengalaman pertamaku naik pesawat terbang. Dari kecil, aku pingin...banget ngerasain naik pesawat terbang. Tapi dulu kan naik pesawat itu merupakan luxury traveling, tiket pesawat ngga ada yang murah, mana mampu ortuku membiayai perjalanan pakai pesawat. Pengalaman pertama naik pesawat terjadi tahun 1997, waktu aku sudah lulus kuliah dan mau pindah ke Bali. Wah excited banget sampai sebelumnya kebawa-bawa mimpi...Sejak saat itu, pesawat jadi kendaraan yang sering sekali aku pakai, dan sampai sekarang, aku sangat menikmati perjalanan pakai pesawat, mulai dari suasana airport sampai perjalanannya, walaupun kalau terbang dalam waktu lama bisa bikin kaki kaku, dengkul ngilu, pinggang dan punggung pegal, kuping sakit (apalagi kalau lagi flu)tetap aja aku suka naik pesawat...
 
Traveling dalam negeri paling jauh adalah ke Medan dan Manado. Tempat lain di Indonesia yang ingin sekali aku lihat adalah Lombok dan Makassar. Juga tempat2 yang lain sih..inginnya setiap pulau di Indonesia aku kunjungi, terutama pulau2 yang besar. Kalau Jawa (Barat, Tengah dan Timur) sih sudah banyak sekali kota (dan desa) yang aku kunjungi.

Traveling keluar negeri pertamaku adalah ke Singapura tahun 2004. Waktu itu aku berangkat sendiri dari Jakarta ke Batam untuk mengikuti suatu seminar, setelah itu menyebrang ke Singapura. Walaupun cuma one day trip, rasanya tak terlupakan, karena itu adalah pengalaman pertamaku menginjak negeri orang. Alhamdulillah, sampai hari ini, belasan negara sudah aku kunjungi dalam berbagai kesempatan.

Aku ingin, hobi jalan2ku ini menular ke anak2ku. Sejak kecil (bahkan sejak bayi) mereka sudah aku bawa  bepergian, dengan harapan mereka sudah biasa dengan perjalanan, dekat ataupun jauh. Paling tidak perjalanan pulang kampung ke Bandung dan Jakarta, setahun 2-3 kali. Sayangnya si sulung kurang berminat, kecuali kalau jalan2 ke tempat yang ‘happening’ alias ramai dan banyak hiburan, sementara si  bungsu masih belum berani ku ajak bepergian ke tempat yang sangat jauh mengingat usianya yang baru 2 tahun.

Semoga saja kesukaanku jalan2 ini bisa terus berlanjut, alias aku masih dikaruniai kesehatan dan rejeki yang cukup oleh Allah SWT. Masih banyak banget tempat di dunia ini yang pingin aku lihat dan kunjungi. Rasanya ngiri deh sama Trinity, Agung Basuki, atau traveler2 lain yang sudah melihat begitu banyak amazing place di dunia ini...mudah2an, cita-citaku ini bisa terwujud, amin....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar